Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter Dukung Boikot Piala Dunia 2026 di AS, Soroti Isu Keamanan

1 week ago 78
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, pada Senin (26/1/2026) secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap gerakan boikot Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat. Dukungan ini muncul sebagai respons atas kekhawatiran serius mengenai keamanan dan berbagai kebijakan domestik serta internasional yang diterapkan oleh Amerika Serikat.

Blatter menguatkan seruan boikot yang sebelumnya disampaikan oleh pengacara anti-korupsi Swiss, Mark Pieth, yang pernah bekerja sama dengan FIFA di bawah kepemimpinannya.

Pieth menyarankan para penggemar sepak bola untuk menghindari perjalanan ke AS, dengan alasan bahwa mereka akan mendapatkan tontonan yang lebih baik melalui televisi. Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, berlangsung dari tanggal 11 Juni hingga 19 Juli.

Blatter, yang menjabat sebagai presiden FIFA dari tahun 1998 hingga 2015, juga dikenal sebagai kritikus terhadap penggantinya, Gianni Infantino. Blatter, yang sendiri pernah tersandung skandal korupsi yang mengguncang FIFA, kini tampil sebagai suara oposisi terhadap arah sepak bola global, seringkali mengkritik keputusan dan kepemimpinan Infantino yang dianggapnya menyimpang dari nilai-nilai inti olahraga.

Seruan Boikot dan Isu Keamanan di Amerika Serikat

Dukungan Sepp Blatter terhadap seruan boikot Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat berakar pada kekhawatiran keamanan yang mendalam. Blatter secara eksplisit mengutip pernyataan Mark Pieth, yang mempertanyakan kelayakan AS sebagai tuan rumah turnamen akbar ini.

Pieth menyoroti insiden-insiden kekerasan yang terjadi di AS, termasuk pembunuhan demonstran Renee Good oleh agen imigrasi di Minneapolis dan kematian warga negara AS kedua, Alex Pretti, yang ditembak mati saat merekam protes. Insiden-insiden ini menjadi alasan kuat bagi penggemar untuk mempertimbangkan kembali perjalanan mereka ke AS.

Selain itu, Blatter menilai perlakuan aparat di Amerika Serikat semakin tidak ramah kepada para pendatang. Pieth bahkan memperingatkan bahwa penggemar harus siap untuk segera dipulangkan jika mereka tidak berperilaku baik dengan pihak berwenang, menunjukkan adanya risiko deportasi yang signifikan.

Kebijakan Domestik dan Internasional AS yang Kontroversial

Kekhawatiran terhadap Piala Dunia 2026 di AS tidak hanya terbatas pada isu keamanan, tetapi juga meluas ke kebijakan domestik dan internasional Amerika Serikat. Mark Pieth menyoroti masalah-masalah di dalam negeri AS, seperti marginalisasi lawan politik dan penyalahgunaan oleh layanan imigrasi, yang menurutnya tidak mendorong penggemar untuk datang.

Lanjut baca

Blatter sendiri mendukung boikot tersebut karena "perilaku Presiden Donald Trump dan pemerintahannya di dalam dan luar negeri." Kebijakan imigrasi Trump yang semakin ketat telah memicu gelombang protes publik dan ketegangan sosial, termasuk penahanan dan deportasi massal. Pieth juga menyatakan bahwa AS telah menjadi "negara nakal" yang mengabaikan aturan dan hukum internasional. Seruan boikot ini juga muncul sebagai respons terhadap ketegangan diplomatik dengan Washington, termasuk pernyataan kontroversial Trump tentang Greenland dan ancaman tarif perdagangan baru terhadap Uni Eropa.

Read Entire Article